Melahirkan itu Indah kata Wulan Russell

Melahirkan itu Indah kata Wulan Russell

Semoga pembaca blog ini juga bisa mendapatkan tips/inspirasi baru dari sosok berambut panjang yang disebut perempuan, atau pun dari makhluk-makhluk berpenis ciptaan Tuhan yang disebut laki-laki. Orang-orang ini bisa menjadi inspirasi atau kalau pun tidak, kita bisa belajar sedikit hal dari mereka. Saya begitu bersyukur bisa bertemu atau bisa kenal dengan teman-teman yang hebat-hebat dan patut menjadi inspirasi banyak orang. Kemudian, saya berfikir, siapa orang pertama yang akan mengisi kolom tips ini ? Mungkin akan cocok bila sosok ini dimiliki oleh setiap orang di hidupnya, yaitu Ibu.

Seorang Ibu yang baru melahirkan normal tanpa operasi.

Namun bukan ibu saya.

Dia seorang ibu pecinta lingkungan dan suka diving.

Wulan Russell

Wulan wanita biasa seperti halnya perempuan-perempuan lainnya. Punya bibir yang terkadang ia poles dengan lipstik, punya payudara yang ia bungkus dengan kain yang disebut dengan bra, dan punya rahim yang tentu tidak dimiliki pria. Tapi Wulan akan menjadi sosok perempuan yang berbeda ketika kamu tahu keseharian dia. Perempuan yang satu ini punya prinsip yang kuat untuk menjalani hidup, menjadi calon ibu dan menjadi ibu. 

Betapa bahagianya menjadi "Alaska", nama anak yang telah dilahirkannya. Begitu banyak perjuangan dan cinta yang didapatkan dari seorang ibu seperti Wulan. Betapa tidak, ketika Wulan mengetahui kalau dirinya telah berbadan dua, hal yang dilakukan untuk kehamilannya adalah belajar dari sumber-sumber terpercaya dan ahlinya, bukan menjalankan mitos-mitos.  Kemudian di era yang sudah modern seperti ini, Wulan adalah satu dari jutaan ibu yang menyuarakan dan menginginkan proses kelahiran dilakukan secara normal (Gentle & Vaginal Birth). Tidak banyak calon ibu yang menginginkan proses kelahiran sang buah hati dengan tindakan pembedahan (c-section) karena prosesnya cepat dan dibius. Namun, tidak banyak juga yang akhirnya sadar kalau pembedahan bisa menimbulkan efek samping.

Bukankah Tuhan telah menciptakan vagina buat perempuan, yang salah satu fungsinya untuk jalan keluarnya sang bayi? Wulan sangat percaya dengan hal itu dan berupaya untuk mewujudkannya. "Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika bukan mereka sendiri yang mengubahnya." kata Wulan tegas. 

Menurut Wulan, "Hamil adalah masa-masa perempuan dihadapkan dengan pintu perjuangan sebagai seorang Ibu, maka dari itu wanita hamil layaknya diperlakukan secara manusiawi dan penuh cinta. Diri kita sendirilah yang tahu betul tubuh dan bayi kita. Secara batin komunikasikan keinginanmu untuk lahir secara normal lewat sang bayi, kemudian perjuangkanlah"

Perjuangan Wulan cukup berat, ketika harus pulang pergi Jakarta-Bali, sampai akhirnya ia harus tinggal di Bali untuk melakukan proses persalinan yang diidam-idamkannya. Tiga bulan di Bali bukan waktu yang singkat untuk menunggu kelahiran sang bayi, apalagi jauh dari suami. Namun, akan selalu ada sahabat, teman-teman baru dan tetangga yang peduli.

Tepat 20 Juli 2018 seorang anak perempuan lahir dengan berat 4,1 kg & panjang 53 cm, diumur 41 minggu. Ia bernama Alaska Samudera Russell, buah cinta dari Wulan Russell dan Blaise Russell. Wulan yang seorang pejuang lingkungan ini mempercayakan proses kelahirannya di Yayasan BumiSehat.Org Bali. 

Perempuan berambut panjang yang memiliki hobi diving ini mengabadikan proses kehamilan dan persalinananya dalam Vlog Channel-nya.  Tonton proses kelahirannya di sini. Mungkin Wulan akan mengingatkan bagaimana perjuangan Ibu yang melahirkan kita dulu. Siapkan Tissue sobat!

Kalau Wulan bisa! kamu juga pasti bisa! #SiapaBilangGakBisa 


-------

Selamat, Wulan Russell masuk dalam Nominasi Influencer Wanita Terbaik & Terfavorir versi Endapo Awards 2018

Komentar

  1. Kamis, 06 September 2018 Leeann Lin

    Yap. Wulan mmg sosok wanita mandiri, inspiratif & super ramah. Saya sendiri waktu itu sempat ketemu langsung dg sosok Wulan yg hbs melahirkan Alaska (saat itu sy baru dtg ke Bali dg kandungan berusia 34weeks dan mmg sedang menantikan moment kelahiran bayi saya di Bumi Sehat) , kebetulan ada teman yg mengenalkan saya kepada Wulan yg besok paginya sudah harus balik ke Jakarta. Sore itu di kostnya, Wulan sudah memberikan begitu banyak pengalaman berharganya selama melahirkan baby Alaska kepada saya (walopun kita baru aja kenal semenit yg lalu dan Wulan masih tampak begitu lelah), sayangnya waktu saya amat terbatas krn masih harus mengikuti kelas yoga di Bumi Sehat, dan diantar kembali ke hotel (mobilitas saya saat itu masih amat terbatas) sehingga hanya ada 1 jam saja waktu sharing dg Wulan. Namun ternyata kami masih bisa saling chat lewat WA, dan selama ada keresahan hati (krn saya pun sendirian di Bali, terpisah sementara dg suami yg masih harus bekerja), saya sering curhat ke Wulan & dia trs menyemangati sy-jd akhirnya sy bs mjd lbh bersemangat dan lbh percaya pada kemampuan diri sendiri sebagai wanita yg mmg dirancang sedemikian rupa oleh Sang Pencipta dg kemampuan u/ dapat melahirkan secara alami-kecuali jika ada kasus dlm persalinan hingga terpaksa harus di caesar. Sy juga terus mengikuti youtube dr Wulan, dan senang sekali melihat perkembangan Alaska lewat video2 yg diunggah oleh Wulan. Walaupun jarak kita jauh, tp jd tetap berasa dekat. Semangat terus yah, Wulan.

    • Kamis, 06 September 2018 Admin

      Terima kasih Kak, sudah berbagi cerita. Semoga lancar persalinannya dan sehat-sehat selalu :)

Tambahkan Komentar