Wiro Sableng

Wiro Sableng

Oleh: @adhitlan


DULU Wiro Sableng menjadi nostalgia tersendiri di hati saya. Drama seri ini tayang di televisi swasta (RCTI) setiap hari minggu siang kalau tidak salah ingat. Waktu kecil saya harus rela cuci kaki dulu sebelum masuk nonton ke rumah tetangga, maklum belum punya antena parabola pada waktu itu.

First impression saya ketika nonton Film Wiro Sableng di bioskop adalah "luar biasa" karena ada logo rumah produksi sekelas 20th Century Fox.  Bagian awal kita disuguhkan dengan latar belakang Pendekar Wiro Sableng dan Sang Guru Sinto Gendeng. Silat menjadi salah satu kekuatan di film ini, silat itu Indonesia banget. Film ini bisa jadi promosi kita ke manca negara dan berharap silat akan menjadi salah satu cabang olahraga yang akan di perebutkan di Olimpiade 2020 mendatang. 

Setelah Happy Salma muncul di awal cerita dengan akting yang brilian, di tengah film juga bermunculan tokoh-tokoh emas lainnya seperti Vino G Bastian dan Sherina Munaf, kemudian penonton akan dihipnotis dengan keanggunan Marsha Timothy dan Aghniny Haque.

Film karya Angga Dwimas Sasongko ini di dukung dengan efek-efek digital dan desain grafis yang hebat sehingga menambah keseruan adegan-adegannya.

Beberapa pesan yang berhasil saya tangkap dalam film Wiro Sableng adalah "Dendam hanya akan membuat hati seseorang terus berada dalam kegelapan dan kebinasaan", "Keserakahan hanya akan menimbulkan kejahatan-kejahatan baru", dan "Hendaknya kita jangan sampai melupakan balas budi".


------

Selamat, Film ini masuk Nominasi Film Terbaik Endapo Awards 2018.



Artikel Terkait

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar