Melahirkan Normal Itu Indah Kata Wulan Russell

Melahirkan Normal Itu Indah Kata Wulan Russell

    Ada seorang sosok berambut panjang yang disebut perempuan. Sosok ini dimiliki oleh setiap orang dihidupnya, yaitu Ibu. Seorang Ibu yang baru melahirkan normal tanpa operasi. Namun bukan ibu saya. Dia seorang ibu pecinta lingkungan dan memiliki hobi menyelam.

    Wulan Russell, wanita biasa seperti halnya perempuan-perempuan lainnya. Punya bibir yang terkadang ia poles dengan warna-warna merekah, punya payudara yang ia bungkus dengan kain khusus yang disebut dengan bra, dan punya rahim yang tentu tidak dimiliki makhluk berpenis. Tapi Wulan akan menjadi sosok perempuan yang berbeda ketika kamu tahu keseharian dia. Perempuan yang satu ini punya prinsip yang kuat untuk menjalani hidup, menjadi istri dan seorang ibu. 

    Betapa bahagianya menjadi Alaska, nama anak yang telah dilahirkannya. Begitu banyak perjuangan dan cinta yang didapatkan dari seorang ibu seperti Wulan. Betapa tidak, ketika Wulan mengetahui kalau dirinya telah berbadan dua, hal yang dilakukan untuk kehamilannya adalah belajar dari sumber-sumber terpercaya dan ahlinya, bukan menjalankan mitos-mitos. Indonesia memang dikenal dengan banyak wejangan yang bersifat mitos. Sumbernya sudah turun-temurun dari kakek nenek dan orang tua.

    Di era yang sudah modern seperti ini, Wulan adalah satu dari jutaan ibu yang menyuarakan dan menginginkan proses kelahiran dilakukan secara normal (Gentle & Vaginal Birth). Tidak banyak calon ibu yang menginginkan proses kelahiran sang buah hati dengan tindakan pembedahan (c-section) karena prosesnya cepat dan dibius. Namun, tidak banyak juga yang akhirnya sadar kalau pembedahan bisa menimbulkan efek samping dikemudian hari.

    Bukankah Tuhan telah menciptakan vagina buat perempuan, yang salah satu fungsinya untuk jalan keluarnya sang bayi? Wulan sangat percaya dengan hal itu dan berupaya untuk mewujudkannya. "Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika bukan mereka sendiri yang mengubahnya." kata Wulan tegas. Sebagai manusia kita harus memiliki keyakinan yang kuat akan hal ini, baru bisa kita menjalaninya dengan ikhlas.

    Menurut Wulan, Hamil adalah masa-masa perempuan dihadapkan dengan pintu perjuangan sebagai seorang Ibu, maka dari itu wanita hamil layaknya diperlakukan secara manusiawi dan penuh cinta. Diri kita sendirilah yang tahu betul tubuh dan bayi kita. Secara batin komunikasikan keinginanmu untuk lahir secara normal lewat sang bayi, kemudian perjuangkanlah. Komunikasi bukan hanya antar manusia dengan manusia dewasa, bayi dalam kandungan pun bisa diajak berkomunikasi secari batin dan perasaan.

    Perjuangan Wulan cukup berat, ketika harus pulang pergi Jakarta-Bali, sampai akhirnya ia harus tinggal di Bali untuk melakukan proses persalinan yang diidam-idamkannya. Tiga bulan di Bali bukan waktu yang singkat untuk menunggu kelahiran sang bayi, apalagi jauh dari suami. Namun, akan selalu ada sahabat dan tetangga yang peduli dengan kita. Tidak perlu takut untuk traveling sendiri karena akan ada teman-teman baru yang senasib melakukan traveling. Begitu juga dengan melahirkan, akan ada banyak orang-orang yang senasib atau setidaknya sudah pernah merasakan hal itu. Ketika niat baik tercipta maka semesta akan mendukung.

    Tepat 20 Juli seorang anak perempuan lahir dengan berat 4,1 kg & panjang 53 cm, diumur 41 minggu. Ia bernama Alaska Samudera Russell, buah cinta dari Wulan Russell dan Blaise Russell. Wulan yang seorang pejuang lingkungan dan pecinta laut ini mempercayakan proses kelahirannya di sebuah Yayasan Bumi Sehat di Bali. Alaska berarti nama sebuah negara bagian di Amerika Serikat yang merupakan asal suaminya, dan Samudera berarti lautan luas yang merupakan kecintaan Wulan terhadap lautan. Nama juga tidak perlu ribet-ribet dan susah diucapkan, katanya. Kebiasaan orang Indonesia itu menciptakan sebuah nama yang susah diucapkan dan ditulis hanya dengan sekali mendengarkan. Kalau bisa gampang kenapa harus dipersulit. 

    Wulan akan mengingatkan bagaimana perjuangan Ibu yang melahirkan kita dulu. Ketika klinik-klinik persalinan berjamur dengan biaya yang tak sedikit untuk membedah rahim, Wulan lebih memilih untuk berjuang tanpa membedah. Selama kita yakin akan sesuatu, kita bisa melakukannya. Kalau Ibu kita bisa melakukan tanpa bedah, Wulan bisa, semua perempuan-perempuan juga pasti bisa.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar