Kamu lebih memilih dihadapkan dengan JOKER atau WARIA?

Kamu lebih memilih dihadapkan dengan JOKER atau WARIA?

Bayangkan bila JOKER dalam judul dan ceritanya diubah menjadi WARIA.

Kesampingkan dulu halal haram untuk mendapatkan uang demi bertahan hidup.

Masihkah kalian respek? setidaknya untuk menontonnya atau menyetujui quotes yang beredar. Salah satu quote berbunyi bahwa "orang jahat lahir dari orang baik yang tersakiti" 

Perkara fisik dan kebiasaan jelas divisualisasikan dalam tayangan film berdurasi 2 jam tersebut. Ada sesuatu yang berbeda dalam fisik seorang Waria ataupun Joker yang tidak biasa didapatkan. Lantas bila kalian perhatikan dari adegan awal Joker/Waria terus mendapatkan bully-an dan diskriminasi yang bertubi-tubi. Tapi, ada yang membedakan, Joker diberikan penyakit mental yang mampu membunuh orang-orang yang tidak disukainya dengan gampang. Apakah Waria juga demikian? Tentu berbeda. Lalu siapa sebenarnya yang lebih tersakiti? Joker dengan metal yang sakit atau Waria?

Orang baik belum tentu menjadi jahat dalam level tinggi bila tidak ada penyakit mental yang sudah tertanam sejak kecil.

Sisi jahat itu tidak diciptakan sendiri tanpa penyebab yang mendalam. Bandingkan waria yang selama hidupnya menerima bully-an dan masih tetap bertahan menjadi seseorang yang baik.

Lalu masih berpuas hatikah membeda-bedakan orang lain karena mereka berbeda. Banyak kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang bisa menjadikan teman kita sebaga Joker dalam perkara kecil. Sering kali kita tidak menyadari bahwa setiap orang butuh perlakuan khusus, tidak hanya mereka yang memiliki fisik yang sempurna. Bukankah selama ini banyak yang menomor satukan atau mengaggungkan atau memberi perlakuan khusus sama orang yang fisiknya keren, kaya raya, punya power, terkenal? Dibandingkan orang culun, tampang standar, atau mungkin miskin harta. Apakah kamu respek tanpa membeda-bedakan itu siapa?

Kamu lebih memilih dihadapkan dengan JOKER atau WARIA?

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar